KITAB
SUCI +Deuterokanonika |
|
| Katekismus Gereja
Katolik | |
|
140. Yohanes XVII (1003)
Yohanes lahir di Roma dari keluarga Seco atau Secchi dengan nama Sicconi. Terpilih menjadi paus pada 13 Juni 1003. Paus ini dan dua paus penggantinya adalah calaon-calon yang ditunjuk para bangsawan. Para bangsawan ini menjadi sangat berkuasa, semenjak kematian Kaisar Otto III dari Jerman pada tahun 1003. Dalam kurun waktu kepausannya yang singkat – 6 bulan – ia mengijinkan upaya-upaya misi ke tengah orang Slav. Dia memperbarui persatuan antara gereja Latin dan Yunani. Ia rajin dan berhasil menyebarkan iman Kristiani di antara bangsa-bangsa Barbar dan bangsa kafir lain. Ia berhasil mendirikan keuskupan di Bramburg.
Berkaitan dengan urutan angka XVII; dikatakan bahwa angka yang sama diakai pada Yohanes Philagathos yaitu paus tandingan yang dinominasikan oleh Kresensius, meskipun tidak pernah ada Yohanes XVIII. Beberapa catatan abad pertengahan mengenakan angka XVIII pada Sicconi yang berarti bahwa juga Philagathos dianggap sah atau nama samara lain. Secara historis Yohanes Xvi diterima sebagai yang pernah ada. Lebih jauh lagi, Yohanes XVIII kadang dihitung sebagai XIX malah XX. Tidak seorangpun tahu mengapa kesalahan itu berlangsung hingga sekarang. Untuk sampai pada klaridikasi lengkap sepertinya merupakan tugas yang mustahil. Yohanes wafat pada Desember 1003 dan dimakamkan di St. Yohanes Lateran.
|